*Membersamai Buah Hati*

📚 Resume KulWApp Grup Kader Nasional HEbAT Community 📚

Senin, 19 Desember 2016

👨🏻 Narasumber : Achmad Ferzal (Bang Ical)
👨🏻 Admin & Host : Ayah Muji
👱🏻‍ Notulis : Bunda Yuli

🎓 *Profil :*

👤 Nama: Achmad Ferzal (bang Ical)
🔹Penggagas dan Pendiri TRUE Creative aid (www.ngakal.ning.com).
🔹Desain produk ITB, ketertarikan pada pengembangan: Design Thinking for All. Digunakan sebagai sarana pembangkit daya kreativitas berbasis LINGKUNG (kreatifalakita).
🔹Berpengalaman mendampingi masyarakat di pedalaman dan menemukan pola didik sejati anak-anak ala daerahnya masing-masing.
🔹Ayah dari 5 anak muda (si bungsu 16 tahun).
🔹Berdomisili di kota Bogor

📝 *Materi :*
🇲🇨Yuk jadi perancang pengalaman.🇵🇱
  👤by Achmad Ferzal

📂Analogi yang sering digunakan:
Bagaimana mengajak kuda mendatangi sungai untuk minum?
Diseret, dipaksa,dicambuk, didorong?

🐎Ajak kuda berlari2 (berkegiatan). Begitu haus dia akan mencari sungai untuk minum.

🚸Kegiatan menghasilkan pengalaman (penumbuhan sikap, pengasahan keterampilan dan bertambahnya pengetahuan, serta.)

🎣 *Belanja pengalaman* terbukti lebih berdampak daripada sekedar berbelanja yang lainnya.

Nilai barang terus turun, nilai pengalaman terus naik.Bahkan pengalaman 'buruk'pun bisa diceritakan kembali sambil tertawa.Apalagi pengalaman yang membahagiakan.

🚀Yuk jadi menjadi *perancang pengalaman* dengan melakukan kegiatan bermakna.

👤Menurut *Prof. Yus Rusyana* : manusia hidup berciri melakukan kegiatan2:

🗣 *Berbahasa* (berbicara, menyimak, menulis, membaca)
🖐🏾 *Indera* (merasa dengan kulit dan lidah, melihat, mendengar, membaui)
*Rohani* (berpikir, merasa dengan hati, imajinasi, berkehendak, mengingat dll)
🏋🏼‍ *Jasmani* (menggerakkan tangan, kaki, badan, paru2 dan seterusnya)

🎭Kegiatan manusia yang unik dipengaruhi *Lingkung*nya(bahasa Indonesianya context) dimana ia berada.
Tiap masy/individu tumbuhUnik di jalan hebatnya.

🌎 *Lingkung* terdiri dari:
🌩 *Alam fisik* (tanah, batu, air, udara, cahaya, temperatur dst..)
🦀 *Alam hayati* (tumbuhan, hewan, mikroorganisma)
Masyarakat (individu, kelompok dst...)
🏹 *Budaya* (mata pencaharian, alat2 hidup dan teknologi, organisasi sosial, pengetahuan, seni, bahasa dst...)
🕋 *Kehidupan beragama*.

📥Dari kombinasi kegiatan dan lingkung dapat diperoleh kegiatan-kegiatan bermakna/berbobot.

🌳Contoh kecil:
Lingkung: alam hayati-tumbuhan.
Ada beratus jenis tumbuhan.
Ambil satu saja, pohon mangga misalnya.
Dari satu pohon ada akar, batang,daun, ranting, bunga, buah.

🍃Dari tiap bagian masih bisa dijabarkan lagi.

👐🏽Ambil satu kegiatan:
Inderawi: merasa dengan kulit:
Meraba dan membedakan tekstur, kasar-halus, keras-lembut.

1Baru satu kegiatan, bagaimana jika digabung dengan melihat, berbicara hingga ruhani?

🍃Baru satu bagian dari lingkung (alam hayati) dan baru satu bagian dari tumbuhan, belum alam fisik-budaya-masyarakat dan kehidupan beragama.

🌎Untuk sang perancang pengalaman, diri dan sekitar adalah sarana penjelajahan hikmah dan kebijaksanaan yang tak kunjung habis.
Walau di tengah gurun pasir sekalipun.

*Tanya Jawab*

1 *Setyoko         - Bekasi*

Kebanyakan anak sekolah di Lembaga formal dan bisa dipastikan kurikulum dan metodenya clasikal dan teoritis dan seragam,
Bagaimana caranya mengimbangi anak2 yang belajar disekolah formal (sekolah negri) agar tetap bisa belajar maksimal dari pengalaman terhadap lingkungan,terima kasih.

*Jawaban :*
1Pak Setyoko, pengalaman *tidak* berarti *harus keluar rumah*. Kegiatan-kegiatan harian (rutin/kondisional) didalam rumah bisa menjadi sarana yang mengasyikkan. Tugas kita (ortu) yang nambah. Mulai dari menambahkan keasyikan dalam berkegiatan hingga memaknai dan membuat keutamaan2 dari kegiatan tsb hingga tambah menarik . walau mencuci piring, mulai dari cerita2 hingga fakta ilmiah dan tekniknya dapat diberikan secara bertahap.

2 *Bunda Noni - Tangerang*

Ustad izin bertanya...
Kan ustad bilang bahwa nilai barang terus turun, nilai pengalaman terus naik. Lalu kemudian apabila seseorang mendapatkan yang sama secara berulang2 atau mendapatkan pengalaman yang selalu hampir sama secara terus menerus...
Apakah tipe orang ini termasuk orang yang tidak belajar dan mengambil hikmah dari pengalamannya...yang padahal ia tidak pernah sengaja kecebur dipengalaman yang sama secara berulang...
Adakah yang salah dari orang tersebut...

Terimakasih

*Jawaban :*
2 bunda Noni,
Pengalaman itu  ada yang perlu dibantu untuk ditanamkan. Disinilah pentingnya perancang pengalaman (ortu) juga berperan sebagai kurator: pengapresiasi dan pembuka makna dari jajaran karya pengalaman dalam galeri pengalaman anak. Apresiasi untuk memunculkan ekspresi.
Tentunya bukan dengan kata2..."tuuh kaan kata saya juga apa...bla2.."(menyalahkan) tapi dengan dialog2 dan pertanyaan yang membuka anak berpikir (kegiatan ruhani).

3 *Bunda Firna - Bandung*

Bagaimana memaknai kegiatan sehari hari nenjadi pengalaman berharga bagi anak. Misal baru saja anak saya 2.5 th pulang dari masjid mulutnya penuh darah. Krn terantuk lantai saat sujud.

*Jawaban :*
3 bunda Firna,
Untuk tindakan detil bunda yang lebih tahu pastinya. Karena bunda yang mendampingi dan mengamati pola emosi ananda.
Posisi setelah ananda mengalami suatu kegiatan, bunda berposisi sebagai kurator. *Respon* kita yang paling akan mempengaruhi anak. Panik atau tenang (walau susyah pada kenyataannya😬)
Dialog dan bahasa tubuh yang menenangkan itu yang diperlukan. Ini sepertinya kegiatannya lebih u latihan pada ortunya 😀.
Kegiatan: ortu untuk tenang menghadapi keadaan paling tidak menenangkan.

*Note :* bahasa para ahli: responsif tidak reaktif.

4 *Saufa - Medan*

Pertanyaan saya, bagaimana merancang kegiatan dengan anak-anak yg umurnya berbeda, misalnya 3 dan 7 tahun? Misalnya sedang ke laut, apakah pembelajaran ruhani dan inderawinya bisa disamakan muatannya antara kedua anak tersebut? Ataukah harus dibedakan? Mohon tips dan contohnya, bang Ical. Terima kasih

*Jawaban :*
4 bunda Saufa,
Satu penyakit ortu atau guru: *takut anaknya tidak belajar* 😬.
Kegiatan dilaut setiap anak pasti memiliki keminatannya masing-masing. Tugas kita hanya ikut bersenang-senang  bersama dan mencoba memberi pertanyaan atau peryataan tentang apa yang ada disekitar. Jangan terlalu cerewet tentunya. Nikmati saja kebersamaan dan ajak untuk membuka indera.
Contoh anak saya yang no.4 sangat geli dan gak suka dengan pasir yg menempel di telapak kakinya. Tugas saya untuk membuat geli2 tsb menjadi menyenangkan. Caranya: saya ikut berjingkrak2  berteriak2 spt dia dan bersma2 mencuci kaki hingga berenang di laut. Sementara kakak-kakaknya juga kita ajak meniru gerakan adiknya dan kita beri nama bersama proses tarian tersebut. Ini menyembuhkan?
Masih awal...yang penting semua ikut bermain dan mengambil posisinya masing2.

5 *Bunda Rita - Banjar dan Bunda Evi - Lampung*

1. Abang ,apakah membersamai anak yg berkwalitas itu harus selalu terencana ?

2. Assalamualaikum bang ichal, untuk merancang pengalaman adakah tahapan nya? Perlu kah kita nenyusun teknik dan jadwal dll? Misal minggu ini tentang hewan, minggu d epan tmbuhan dll  Atau mengalir saja?

*Jawaban :*
5 bunda Rita dan bunda Evi,

1.Menjadi perancang pengalaman itu lebih kepada seni membersamai.
Ibarat belajar sepeda:
Betul perlu disiapkan sepedanya. Dicari lokasi yang baik tapi bisa nggak ya belajar sepeda ini lantas hanya dengan ceramah dan kata2?
Anak-anak akan enjoy jika ia diberi kendali untuk mengalami langsung dan kita tulus dan antusias mendampingi.
Jadi lebih banyak merencanakan diri sebetulnya.

2.mengalir dan tidak usah khawatir bahwa yang mengalir itu tidak berkualitas.
Namun mendokumentasikan dan mencatat hal2 unik dari kegiatan akan baik sekali. Jika mampu merencanakan sambil mengalir itu maestro👍🏽!
Tahapannya coba pakai EmISol (empati - imajinasi -solusi) dan langsung dicobakan untuk di EmISol kan lagi (lingkar mekar)

6Assalamu'alaikum.
Saya Nurhayati - Kendal

Mau tanya anak" saya kok makannya susah  buanget ya udah tak coba aneka cara blm berhasil. Sampai skrng badan mreka smkn kurus.padal mreka aktif banget. Bagaiman ya ikhtiarnya?

*Jawaban :*
7 bunda Nurhayati,
Yang berkompeten ini ahli gizi sepertinya 😬.
Tapi kata istri saya (di sebelah): kurus itu bukan berarti tidak sehat.😬. Dan jangan terpengaruh anak model ato tetangga yang molek.
Sy yakin sih bunda nggak begitu ya.🙏🏽😀
Satu anjuran adalah belum dikenalkan banyak rasa>bosan.
Boleh dialog tentang makanan yang ia sukai. Tugas kita mencukupkan gizinya melalui kesukaannya.
Kok seperti Kerja chef ya😀.
Tapi membersamai dan terus bertanya: bagaimana cara agar ia makan dengan baik? InsyaAllah akan ketemu jalannya.
Kalau pengalaman kita pernah membuat agar2 hingga eskrim homemade cukup gizi.
Tapi sekalilagi ini kondisi unik kami

7 *Bunda Ulfah - Serang*

Kang Ical, mengapa kita butuh merancang pengalaman?
Apa manfaat dari kegiatan merancang pengalaman?
Mohon maaf kalo sy keliru, yg saya pahami kegiatan merancang pengalaman ini sifatnya fisik inderawi. Apakah nanti manfaatnya hanya fisik inderawi atau jiwa juga mendapat manfaatnya? Bagaimana dengan orang yg hobinya hanya membaca buku saja sementara dia tidak terlalu suka kegiatan2 yg sifatnya fisik? Apakah dia juga bisa mendapatkan pengalaman?

*Jawaban :*
7 Bunda Ulfah, membacakan juga kegiatan. Lihat kegiatan menurut Prof. Yus. (Indera, bahasa, jasmani dan ruhani) keempat hal tsb tidak mekanis berjalan satu persatu. Tetapi dinamis dan terintegrasi satu sama lainnya.
Bahkan banyak hal yang bisa dilakukan untuk anak/pribadi yang suka membaca.
Istilah perancang hanya ajakan untuk masuk pada dunia:
*Menggunakan apa yang ada, tidak mengada-ada apalagi menunggu semua ada.🌎*

8 *Erina - Bengkulu*

Dalam rangka mengisi liburan anak,kegiatan apa yang sebaiknya dilakukan ustdz...kebetulan kami tidak ada rencana untuk jalan2 keluar kota..anak saya 10 thun n 7 tahun...mksh

*Jawaban :*
8 bunda Erina,
Nah disinilah pentingnya menjadi perencana. Karena *tantangan dan keterbatasan adalah bahan bakar sang perencana.*

Menemukan aneka kegiatan biasa dengan cara yang unik. Atau melakukan hal-hal bermanfaat dengan cara yang tidak biasa bisa menjadi triger ide.

Kami biasanya membuka forum festival *ideberani* untuk anak2 mengusulkan kegiatan liburan dirumah sendiri, dikomplek sendiri hingga di kota sendiri.

Dari sini lahirlah banyak usul dan hasilnya? Walau hanya jalan kaki ke kampung terdekat untuk membersihkan mushala hingga mencoba mendatangi daerah yang kelihatan 'aneh' di googlemaps sekitar kota.

*Perencana itu, prosesnya sip kegiatannya asyiik.*

9 *Fatkhauli - Siak*

bagaimana setiap aktivitas anak itu,bisa jadi pengalaman yang menyenangkan bagi anak2. Kebetulan anak saya usianya 6 dan 4 tahun.

*Jawaban :*
9 pak Fatkhauli,
Setiap anak punya fitur untuk mencari kegiatan menyenangkan ala mereka. Coba amati (empati) dan ikut bermain bersama mereka. Guling2 hingga kejar2an bareng.

Dari bermain bersama saya yakin nalar (imajinasi) kita dapat mengalir untuk membuat aneka modifikasi permainan atau kegiatan (solusi)

Dari respon anak kita dapat mulai menyerap kembali (empati) dan begitu seterusnya.

Tidak usah dipastikan apakah kegiatan itu bermakna atau tidak. Gerai tawa, antusias yang berbinar dimata, lentur dan gejolak tubuh yang ajaib adalah bagian dari tanda2 makna.

Kita mulai belajar untuk belajar menjadi pembaca tanda.

====================

🛎 *Penutup :*

Yuk jadi teman tumbuh teman belajar: Ortu berani main sama anak, jelajah sekitar dan mendengarkan anak.
👍🏽

Nggak percayaan biangnya aneka kerumitan🙏🏽

📚📚📖📰📖📚📚

*Gerai tawa, antusias yang berbinar di mata, lentur dan gejolak tubuh yang ajaib adalah bagian dari tanda2 makna*

_(Achmad Ferzal, Desember 2016)_

Komentar

Postingan Populer